Jumat, 27 Mei 2011

KEINDAHAN POLIGAMI DALAM ISLAM

Kesempurnaan Islam adalah satu kepastian yang wajib diimani seorang muslim. Karena syari'at Islam telah mengatur semua sisi kehidupan manusia menuju kebahagian hakiki. Dengan ajaran Islam, maka seorang muslim dapat meraih keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." [Al Baqarah/2:38].

Masa itu telah tiba

Masa yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam itu barangkali telah tiba. Masa yang beliau ceritakan berdasarkan wahyu (bukan ramalan), yang membuktikan kebenaran kerasulan beliau. Masa yang sedang atau akan dialami oleh kita, umat akhir zaman.
Masa yang manakah?
Salah satunya dikabarkan dalam hadits berikut:
“Di kalangan umatku nanti akan ada suatu kaum yang menghalalkan perzinaan, sutera, khamr dan alat-alat musik.” [HR. Bukhari]

FITNAH AKHIR ZAMAN

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :
Ishaq bin Manshur menuturkan kepada saya. Dia berkata; Abu Dawud at-Thoyalisi mengabarkan kepada saya. Dia berkata; Ibrahim bin Sa’d menuturkan kepada kami dari ayahnya, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan terjadi fitnah/gempuran cobaan, orang yang tidur di saat itu lebih baik daripada orang yang terjaga. Orang yang terjaga lebih baik daripada yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik daripada yang berlari. Maka barangsiapa yang mendapatkan tempat kembali atau untuk berlindung hendaknya dia segera mencari perlindungan dengannya.” (Diriwayatkan pula oleh al-Bukhari dalam Shahihnya di Kitab al-Fitan, bab maa takuunu fitnatul qa’id fiha khairun minal qaa’im [hadits no. 7081], diterjemahkan dari Shahih Muslim cet Darul Kutub Ilmiyah, hal. 1105).

Kamis, 26 Mei 2011

Bid’ah yang slalu dipermasalahkan

Sunnah dan bid’ah adalah dua soal yang saling berhadap-hadapan dalam memahami ucapan-ucapan Rasulallah saw. sebagai Shohibusy-Syara’ (yang berwenang menetapkan hukum syari’at). Sunnah dan bid’ah masing-masing tidak dapat ditentukan batas-batas pengertiannya, kecuali jika yang satu sudah ditentukan batas pengertian nya lebih dulu. Tidak sedikit orang yang menetapkan batas pengertian bid’ah tanpa menetapkan lebih dulu batas pengertian sunnah.  

Senin, 16 Mei 2011

TAWASUL DAN TABARUK

Marilah sekarang kita rujuk dalil-dalil khusus yang berkaitan dengan Tawassul,Tabarruk dan minta pertolongan pada manusia, tidak langsung kepada Allah swt. Insya Allah dengan adanya keterangan nanti, para pembaca lebih jelas dan mantep mengenai dibolehkannya tawassul/tabarruk atau minta pertolongan kepada manusia. Sementara orang memandang wasithah/tawassul dan tabarruk hal yang dilarang dan dikategorikan sebagai syirik, berdalil kepada firman Allah dan hadits Rasulallah saw. (dalil-dalinya kita bicarakan tersendiri) yang menurut paham merekasebagai larangan bertawassul, bertabarruk dan minta pertolongan kepada manusia. Padahal yang dimaksud oleh firman Allah swt. dan hadits-hadits yang mereka ajukan tersebut, maknanya bukan seperti yang mereka tafsirkan yakni bukan berarti melarang orang untuk bertawassul/bertabarruk atau minta pertolongan kepada para Rasul dan para sholihin.

Minggu, 15 Mei 2011

Hadits-Hadits tentang dibolehkannya Tawassul / Istighotsah

Dengan adanya dalil-dalil ini kita akan lebih mantep lagi atas legalitas, manfaat dan hikmah dari tawasuul dan tabarruk tersebut.

Hadits-hadits yang berkaitan dengan Tawassul/istighotsah:
–   Riwayat yang mengisahkan tawassulnya Nabi Yusuf as kepada Rasulallah saw. , waktu beliau didalam sumur, At-Tsa’labi mengisahkan:
“Pada keempat harinya waktu Nabi Yusuf a.s. berada didalam sumur, Jibril a.s. mendatanginya dan bertanya: ‘Hai anak siapakah yang melempar engkau kesumur’? Jawab Yusuf as: ‘Saudara-saudaraku’. Jibril as. bertanya lagi: Mengapa?  Yusuf as berkata: ‘Mereka dengki karena kedudukanku didepan ayahku’. Jibril as. berkata: ‘Maukah engkau keluar darisini’?  Yusuf a.s.berkata mau. Jibril as berkata: ‘Ucapkanlah (do’a pada Allah swt.) sebagai berikut’: ‘Wahai Pencipta segala yang tercipta, Wahai Penyembuh segala yang terluka, Wahai Yang Menyertai segala kumpulan, Wahai Yang Menyaksikan segala bisikan, Wahai Yang Dekat dan Tidak berjauhan, Wahai Yang Menemani semua yang sendirian, Wahai Penakluk yang Tak Tertakluk kan, Wahai Yang Mengetahui segala yang gaib, Wahai Yang Hidup dan Tak Pernah Mati, Wahai Yang Menghidupkan yang mati,Tiada Tuhan kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, aku bermohon kepada-Mu Yang Empunya pujian, Wahai Pencipta langit dan bumi, Wahai Pemilik Kerajaan, Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, aku bermohon agar Engkau sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, berilah jalan keluar dan penyelesaian dalam segala urusan dan dari segala kesempitan, Berilah rezeki dari tempat yang aku duga dan dari tempat yang tak aku duga ’ “.
Lalu Yusuf a.s. mengucapkan do'a itu. Allah swt. mengeluarkan Yusuf a.s. dari dalam sumur, menyelamatkannya dari reka-perdaya saudara-saudaranya. Kerajaan Mesir didatangkan kepadanya dari tempat yang tidak diduganya”. ( At Tsa’labi 157, Fadhail Khamsah 1:207). 

MEMONOPOLI TAUHID DAN PENGKAPIRAN ULAMA

Sekte Wahabi mengaku sebagai satu-satunya pemilik ajaran Tauhid yang bermula dari imam mereka, Muhamad bin Abdul Wahhab. Dengan begitu akhirnya mereka tidak mengakui konsep Tauhid yang dipahami oleh ulama muslimin selain sekte Wahabi dan pengikutnya. Kini kita akan melihat beberapa tekts yang dapat menjadi bukti atas pengkafiran Muhamad bin Abdul Wahhab terhadap para ulama, kelompok dan masyarakat muslim selain pengikut sektenya. Kita akan menjadikan buku karya Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim al-Hanbali an-Najdi yang berjudul “Ad-Durar as-Saniyah” sebagai rujukan kita. Beberapa ungkapan Muhamad bin Abdul Wahhab ,berikut ini, yang berkaitan dengan dakwaannya atas monopoli kebenaran konsep Tauhid versinya, dan menganggap selain apa yang dipahami sebagai kebatilan yang harus diperangi: 

Ayat-Ayat al-Qur’an tentang Obyek Tawassul / Istighotsah

Dalam al-Quran, Allah swt.. telah menekankan kepada ummat Muhammad saw. untuk melaksanakan tawassul, dan Dia telah mengizinkan mereka untuk melakukan tawassul dengan berbagai jenis dan bentuknya. Ini semua menjadi bukti bahwa tawassul sama sekali tidak bertentangan dengan konsep kesempurnaan Ilahi, termasuk dengan ke-Maha Mendengar-an dan ke-Maha Mengetahui-an Allah terhadap do’a hamba-hamba-Nya, apalagi dengan kesia-siaan perbuatan tawassul. Disini, kita akan sebutkan ,berikut ini, secara ringkas beberapa bentuk tawassul yang dilegalkan menurut al-Quran:

Apa tujuan menggelar kemerdekaan Israel? "Karena saya mencintai Israel," kata Unggun.

Tujuan menggelar kemerdekaan Israel? "Karena saya mencintai Israel," kata Unggun.


Unggun Dahana
Unggun Dahana Cinta ZIONIS Rencana Unggun Dahana, seorang konsultan perminyakan, untuk merayakan hari kemerdekaan Israel di Jakarta menuai protes. Unggun menegaskan, acara yang akan digelar bersama sembilan orang rekannya itu tidak melanggar hukum.

"Saya tidak melanggar hukum," kata Unggun di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat 13 Mei 2011. Apakah tidak takut menggelar acara itu? "Tidak takut."

Selasa, 10 Mei 2011

Siapakah salafi/wahabi

Nama atau julukan madzhab Wahabi/Salafi ini tidak lain dikaitkan pada kelompok muslimin yang berpegang dengan akidah atau keyakinan Muhammad Ibnu Abdul Wahhab, yang mengaku sebagai penerus Ibnu Taimiyyah (kita bicarakan tersendiri mengenai sejarah singkat Ibnu Abdul Wahhab). Golongan ini sering menafsirkan ayat al-Qur’an dan hadits Nabi saw. secara tekstual (apa adanya kalimat) dan literal (makna yang sebenarnya) atau harfiah dan meniadakan arti majazi atau kiasan. Oleh karenanya orang akan lebih mudah terjerumus kepada penjasmanian (tajsim) dan

Kamis, 05 Mei 2011

Barometer Tauhid Dan Syirik

Mengkhususkan tema ini pada pembahasan tersendiri. Karena di dalamnya terdapat masalah penting yang menjadi pemisah antara tauhid dan syirik, yang luput dari perhatian kalangan Wahabi. Mau tidak mau kita harus mengetahuinya, supaya kita dapat mengetahui bagaimana menyikapi cara-cara alami dan sebab-sebab gaib. Orang-orang Wahabi berpendapat bahwa bertawassul kepada sebab-sebab yang alami tidaklah menjadi masalah. Seperti menggunakan sebab-sebab didalam keadaan alami. Akan tetapi menurut pandangan golongan Wahabi/Salafi bertawassul kepada sebab-sebab gaib, seperti misalnya; Anda meminta sesuatu kepada seseorang yang anda tidak akan memperoleh sesuatu itu melainkan melalui cara-cara gaib, adalah syirik. Ini merupakan kekeliruan yang sangat fatal, dimana golongan ini menjadikan cara-cara materi dan cara-cara gaib sebagai tolok ukur tauhid dan syirik. Sehingga dapat disimpulkan  bahwa berpegang kepada cara-cara materi berarti tauhid yang sesungguhnya, sementara berpegang kepada cara-cara gaib berarti syirik yang sebenarnya!  

Osama bin Laden Suka Pepsi dan Coca Cola

Dua warga Pakistan  yang diketahui membantu Osama bin Laden bersembunyi kerap berbelanja minuman ringan dalam jumlah banyak di warung setempat. Apa yang dibelinya? Menurut pemilik warung, adalah dua minuman ringan populer asal Amerika,  Pepsi dan Coke.
Dua orang yang mengenalkan diri mereka sebagai Akbar dan Rashid Khan ini biasa melakukan belanja harian di beberapa warung setempat. Mereka berbicara dalam aksen bahasa Pashtu-Waziristan, sebuah daerah di perbatasan Afghanistan, kata pemilik toko kelontong, Anjum Qaisar, 27 tahun.

Waspada, Gerakan NII Bermetamorfosa

Jakarta – Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) usai meninggalnya pendirinya, Kartosuwiryo berubah bentuk. Mulai gerakan radikal underground, melalui gerakan partai politik, dan penyusupan ke partai politik. Pola gerakan NII yang beragam sepatutnya diwaspadai.
Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII KW IX Imam Supriyanto menyebutkan sedikitnya terdapat tiga pola gerakan NII pasca 1962 atau sepeninggal pendirinya Kartosuwiryo. Dia menyebutkan, pola gerakan radikal baik terbuka maupun tertutup (underground).

Rabu, 04 Mei 2011

Cara AS Kuburkan Osama Picu Reaksi Keras

Belajar ngeblog: Cara AS Kuburkan Osama Picu Reaksi Keras: " SEJUMLAH negara Islam bergolak setelah jasad Osama bin Laden ditenggelamkan di laut dari geladak sebuah kapal induk AS saat menuju Afghan..."

Selasa, 03 Mei 2011

Siapakah golongan Salafi/Wahabi


Nama atau julukan madzhab Wahabi/Salafi ini tidak lain dikaitkan pada kelompok muslimin yang berpegang dengan akidah atau keyakinan Muhammad Ibnu Abdul Wahhab, yang mengaku sebagai penerus Ibnu Taimiyyah (kita bicarakan tersendiri mengenai sejarah singkat Ibnu Abdul Wahhab). Golongan ini sering menafsirkan ayat al-Qur’an dan hadits Nabi saw. secara tekstual (apa adanya kalimat) dan literal (makna yang sebenarnya) atau harfiah  dan meniadakan arti majazi atau kiasan. Oleh karenanya orang akan lebih mudah terjerumus kepada penjasmanian (tajsim) dan penyerupaan (tasybih) Allah swt. kepada makhluk-Nya. Insya Allah nanti kita utarakan tersendiri contoh riwayat-riwayat yang bila kita pahami secara tekstual, jelas akan mengarah kepada Tajsim dan Tasybih. Pada kenyataannya terdapat ayat al-Qur’an yang mempunyai arti harfiah dan ada juga yang mempunyai arti majazi atau kiasan, yang mana kata-kata Allah swt. harus diartikan sesuai dengan ke Mahasucian dan ke Maha agungan-Nya..

SELAYANG PANDANG (HALAL, HARAM, BID'AH, KAPIR)

Kita semua tahu bahwa firman Allah swt. (Alqur’an) yang diturunkan pada Rasulallah saw. itu sudah lengkap tidak satupun yang ketinggalan dan dirubah. Bila ada orang yang mengatakan bahwa kalimat-kalimat/tekts yang tertulis didalam Alqur’an telah dirubah dan lain sebagainya, maka ia telah meragukan kekuasaan Allah swt., karena Dia telah berfirman yang artinya: 'Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-qur'an dan Kamilah yang menjaganya (QS.Al-Hijr:9). Seandainya Al-Qur'an tidak dijamin oleh Allah swt., tentu al-qur'an juga sudah berubah, sebagaimana kitab-kitab suci sebelumnya. Lain halnya dengan hadits Rasulallah saw, ini tidak ada jaminan dari Allah swt., sehingga banyak diketemukan hadits-hadits palsu, sehingga para pakar hadits harus meneliti setiap hadits.

khazanah-salafiyyah