Nabi SAW pernah menjelaskan bahwa nasabnya adalah suci (ayah-ayahnya adalah keturunan manusia yang suci) ,Saya Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthollib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizaar. Tidaklah terpisah manusia menjadi dua kelompok (nasab) kecuali saya berada diantara yang terbaik dari keduanya. Maka saya lahir dari ayah ibuku dan tidaklah saya terkena ajaran jahiliyyah dan saya terlahir dari pernikahan (yang sah).Tidaklah saya dilahirkan dari orang yang jahat sejak Adam sampai berakhir pada ayah dan ibuku. Maka saya adalah pemilik nasab yang terbaik diantara kalian dan sebaik-baik nasab (dari pihak) ayah (Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah dan Imam Hakim dari Anas ra.) Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibn Katsir dalam tafsirnya juz 2,hal.404 dan juga oleh Imam Ath Thobari dalam tafsirnya juz 11, hal. 76.
Jumat, 29 April 2011
TAHLILAN....
oleh : Abi Niswah
Lagi lagi diperdebatkan dan anehnya dr kaum muslimin sendiri yg paling semangat ntuk melenyapkan nya....di bawah ini contoh dari argument mereka...padahal mungkin madzhab mereka bukan asy syafiiyyah...
Imam Asy syafi'i yakni seorang imamnya para ulama,mujtahid muthlak,lautan ilmu,pembela sunnah dan yg di negeri kita banyak yg mengakui bermadzhab beliau,berkata" Aku BENCI ma'tam yaitu berkumpul2 di rumah ahli mayit meskipun tdk ada tangisan,krn sesungguhnya yg demikian itu akan memperbarui kesedihan"(Al Umm 1/318)
kata2 beliau sangat jelas dan tegas tdk bisa di takwil dg maksud lain"!...lihatlah ini baru berkumpul saja sudah di larang ,Bagaimana dg disertai dg apa yg dinamakan TAHLILAN...?
Imam ibn qoyyim dalam Zaadul ma'aad jus 1/527-528 menegaskan bahwa berkumpul2 di rumah keluarga mayit dg alasan untuk takziyah dan membaca qur'an untuk mayit adalah bidah yg tdk ada petunjuk dr nabi saw bahkan sahabat menggolongkan perbuatan itu sbg niyahah/meratap..dg demikian TAHLILAN BUKANLAH AJARAN ISLAM MELAINKAN ADOPSI DARI AGAMA HINDU .
Inilah penjelasan dari ungkapan yg dilencengkan oleh mereka....
Pesan Tuk Pejabat
Pesan-pesan Menggugah Untuk Para Penguasa...
Pejabat adalah pelayan rakyat, bukan tuan bagi rakyat; juga bukan pelayan bagi pemilik modal, apalagi pelayan pihak asing. Namun, realitanya menunjukkan sebaliknya. Banyak kepentingan dan kemaslahatan rakyat yang terabaikan atau sengaja diabaikan. Pelayanan dan pengurusan kepentingan rakyat sering hanya menjadi janji politik yang jauh dari realitanya; semata-mata untuk mempertahankan kekuasaan dan jabatan. Untuk itulah sudah selayaknya pemimpin/ pemerintah merenungkan pesan-pesan dari rasulullah berikut agar tidakcelaka dunia dan lebih-lebih akhirat kelak : Rasulullah saw. bersabda, sebagaimana pernah dituturkan Aisyah r.a.: “Sesungguhnya celakanya umat- umat sebelum kalian karena jika orang mulia mereka mencuri, mereka membiarkannya; jika orang lemah mencuri, mereka menerapkan hukuman atasnya.” (HR at-Tirmidzi).
Pejabat adalah pelayan rakyat, bukan tuan bagi rakyat; juga bukan pelayan bagi pemilik modal, apalagi pelayan pihak asing. Namun, realitanya menunjukkan sebaliknya. Banyak kepentingan dan kemaslahatan rakyat yang terabaikan atau sengaja diabaikan. Pelayanan dan pengurusan kepentingan rakyat sering hanya menjadi janji politik yang jauh dari realitanya; semata-mata untuk mempertahankan kekuasaan dan jabatan. Untuk itulah sudah selayaknya pemimpin/ pemerintah merenungkan pesan-pesan dari rasulullah berikut agar tidakcelaka dunia dan lebih-lebih akhirat kelak : Rasulullah saw. bersabda, sebagaimana pernah dituturkan Aisyah r.a.: “Sesungguhnya celakanya umat- umat sebelum kalian karena jika orang mulia mereka mencuri, mereka membiarkannya; jika orang lemah mencuri, mereka menerapkan hukuman atasnya.” (HR at-Tirmidzi).
3 Musuh Islam Paling Berbahaya (Bahaya 3 Sekawan) adalah Wahhabiy, Syiah, dan Islam Liberal ............
Mengapa demikian ?????????????????......
Pemikiran Wahhabiyah tidak sesuai diamal kerana dikhuatiri boleh pecah belah ummah FELO Kehormat Institut Pemikiran dan Tamadun Islam Antarabangsa (Istac), Dr Muhammad Uthman El-Muhammady mendedahkan sejak kebelakangan ini aliran selain Ahli Sunnah Wal Jamaah seperti fahaman (Wahhabiy), Syiah dan Islam liberal mula menyerang negara menyebabkan sebahagian masyarakat terpengaruh.
Beliau yang menjadi ahli panel pada Wacana Ilmu bertajuk Ahli Sunnah Wal Jamaah anjuran akhbar Berita Harian dan Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (Yadim), baru-baru ini melahirkan kebimbangan (bahawa) masyarakat dan negara akan berdepan pelbagai masalah jika perkara (ini) tidak didedahkan. “Ramai yang mempertikaikan kita menggunakan kitab lama, kononnya tidak moden. (Mereka sebenarnya ingin memodenkan) masyarakat kepada aliran (pemikiran) Islam liberal. Kita bimbang jika masyarakat tidak didedahkan dengan fahaman yang betul mengenai Ahli Sunnah Wal Jamaah (pegangan Majlis Agama Negeri dan Fatwa Kebangsaan) nescaya kita akan berdepan pelbagai masalah termasuk boleh (memberi ancaman) kepada keselamatan negara,” katanya.
Label:
Islam liberal,
syiah,
Wahabi
SYAIKHUL WAHABIYAH MENJELASKAN SURAT AN NAJM 39
Terkait surah an-Najm ayat 39,ulama juga sering berselisih pendapat dalam menjelaskannya. Ulama memiliki berbagai jawaban dalam menjelaskan ayat ini namun ulama tidak menafikan bahwa seseorang memang bisa memperoleh manfaat dari orang lain, sebab nas untuk hal ini telah mutawatir baik didalam al-Qur’an maupun as-Sunnah. Pertanyaan terkait ayat tersebut pernah di ajukan kepada Syaikh Utsaimin dan beliau menjelaskannya sebagai berikut :
Fadlilatusy Syaikh ditanya:apakah firman Allah {wa an laysa lil-insaani ilaa maa sa’aa} menunjukkan atas bahwa pahala tidak sampai kepada mayyit apabila di hadiahkan untuknya ?
Fadlilatusy Syaikh ditanya:apakah firman Allah {wa an laysa lil-insaani ilaa maa sa’aa} menunjukkan atas bahwa pahala tidak sampai kepada mayyit apabila di hadiahkan untuknya ?
Pengertian Marah, Malu, Sayang yang disandarkan pada Allah
IMAM FakħrudDiin Ar-Raaziyy
menyatakan dalam komentarnya tentang TAFSIR Al-Qur'an: "PAIDAH BAGUS YANG Ke empat bahwa al-għađab (marah /murka) adalah perubahan yang terjadi ketika darah MENDIDIH dalam hati karena keinginan untuk membalas dendam.
Anda harus tahu ini adalah TIDAK mungkin dihubungkan dengan ALLAH,KARENA DZAT ALLAH TDK SAMA DGN DZAT MAHLUK. Ada suatu prinsip umum dalam hal ini,bagaimanapun bahwa semua motif sifAT YG TERKADANG ADA PADA MAHLUK seperti rahmat Kebahagiaan, kemarahan, malu, kecemburuan, penipuan, kebanggaan,dan ejekan memiliki ARTI awal dan ARTI akhir DALAM DEFINISI. Ambil contoh għađab/MARAH; ARTI tahap pertama adalah rasa aliran darah di jantung, dan akhirnya adalah rasa untuk menyakiti salah satu yang MEMBUAT marah.Jadi kata għađab SEBENARNYA BUKAN arti YANG pertama ''aliran darah di jantung' ketika mengacu pada Allah. Sebaliknya, ia memiliki arti terakhir(GOYAHNYA), yang merupakan keinginan untuk menghukum.
menyatakan dalam komentarnya tentang TAFSIR Al-Qur'an: "PAIDAH BAGUS YANG Ke empat bahwa al-għađab (marah /murka) adalah perubahan yang terjadi ketika darah MENDIDIH dalam hati karena keinginan untuk membalas dendam.
Anda harus tahu ini adalah TIDAK mungkin dihubungkan dengan ALLAH,KARENA DZAT ALLAH TDK SAMA DGN DZAT MAHLUK. Ada suatu prinsip umum dalam hal ini,bagaimanapun bahwa semua motif sifAT YG TERKADANG ADA PADA MAHLUK seperti rahmat Kebahagiaan, kemarahan, malu, kecemburuan, penipuan, kebanggaan,dan ejekan memiliki ARTI awal dan ARTI akhir DALAM DEFINISI. Ambil contoh għađab/MARAH; ARTI tahap pertama adalah rasa aliran darah di jantung, dan akhirnya adalah rasa untuk menyakiti salah satu yang MEMBUAT marah.Jadi kata għađab SEBENARNYA BUKAN arti YANG pertama ''aliran darah di jantung' ketika mengacu pada Allah. Sebaliknya, ia memiliki arti terakhir(GOYAHNYA), yang merupakan keinginan untuk menghukum.
HUKUM MENERANGI KUBURAN DENGAN LAMPU PENERANG..
oleh Qultu Man Ana
Memberi Lampu Penerangan di kuburan Salah satu hal yang sangat dibenci dan diharamkan oleh kaum Wahabi/ Salafi adalah memberi penerangan terhadap kuburan. Lepas dari apakah fungsi dari pemberian penerangan tersebut, namun ketika mereka ditanya tentang boleh atau tidaknya memberikan penerangan tersebut niscaya mereka akan menjawab secara mutlak Haram. Apalagi selain memberi penerangan atas kuburan juga ditambah dengan memberikan hiasan-hiasan pada makam para wali (kekasih) Allah maka menurut mereka adalah haram di atas haram. Golongan pengingkar ini menyandarkan pendapatnya dengan riwayat yang dinukil oleh an-Nasa’i dalam kitab Sunan-nya jilid 4 halaman 95 atau kitab Mustadrak alas Shahihain jilid 1 halaman 530 hadits ke-1384 yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulallah saw. bersabda: Allah melaknat perempuan yang datang guna menziarahi kubur dan orang yang menjadikan kubur sebagai masjid, juga buat orang yang meneranginya (kuburan) dengan penerang.
Dialog Syaikh Sa'id Ramadhan al Boothi dengan golongan Anti Madzhab
oleh Qultu Man Ana
Dialog Sheikh Sa'id Ramadhan al-Bouthi Dengan Golongan Anti-Mazhab
Ada sekelompok anti madzhab yang terdiri dari seorang pemuda dan kawan-kawan nya yang sengaja datang mengunjungi Syeikh Sa’id Ramdhan.. hanya akan mengutip beberapa bait yang DI anggap penting untuk diketahui oleh si pembaca diantaranya adalah : Syeikh Sa’id berkata : Bagaimana cara anda memahami hukum Allah ? Apakah anda langsung mengambil dari Al-Qur’an dan Sunnah ataukah anda mengambilnya dari para imam mujtahid ?
Anti madzhab menjawab :Saya akan menelisti pendapat para imam mujtahid serta dalil-dalilnya kemudian saya akan mengambil keterangan yang dalilnya paling mendekati Al-Qur’an dan Sunnah.
Ada sekelompok anti madzhab yang terdiri dari seorang pemuda dan kawan-kawan nya yang sengaja datang mengunjungi Syeikh Sa’id Ramdhan.. hanya akan mengutip beberapa bait yang DI anggap penting untuk diketahui oleh si pembaca diantaranya adalah : Syeikh Sa’id berkata : Bagaimana cara anda memahami hukum Allah ? Apakah anda langsung mengambil dari Al-Qur’an dan Sunnah ataukah anda mengambilnya dari para imam mujtahid ?
Anti madzhab menjawab :Saya akan menelisti pendapat para imam mujtahid serta dalil-dalilnya kemudian saya akan mengambil keterangan yang dalilnya paling mendekati Al-Qur’an dan Sunnah.
HUKUM MEMBANGUN MASJID DISISI KUBUR NABI & ORANG SALEH
oleh Qultu Man Ana
Membangun masjid disisi kuburan Salah satu keyakinan Ahlusunah yang mempunyai dasar dalil al-Qur’an, as-Sunnah dan prilaku Salaf Sholeh yang dituduhkan sebagai perilaku syirik oleh kelompok Wahabi adalah tentang diperbolehkannya membangun masjid di sisi kuburan para Rasul, nabi dan waliyullah. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan (fatwa) oleh Ibnu Taimiyah yang kemudian di-ikuti (secara taklid buta) oleh segenap kelompok Wahabi sebagaimana yang tercantum dalam kitab al-Qaidah al-Jalilah halaman 22. Ibn Taimiyah mengatakan:Nabi melarang menjadikan kuburannya sebagai masjid, yaitu tidak memperbolehkan seseorang pada waktu-waktu shalat untuk mendatangi, shalat dan berdo’a di sisi kuburannya,walaupun dengan maksud beribadah untuk Allah sekalipun. Hal itu dikarenakan tempat-tempat semacam itu menjadi sarana untuk perbuatan syirik. Yaitu boleh jadi nanti mengakibatkan seseorang melakukan do’a dan shalat untuk ahli kubur dengan mengagungkan dan menghormatinya. Atas dasar itu maka mem- bangun masjid di sisi kuburan para waliyullah merupakan perbuatan haram.
Label:
hikmah,
hukum,
Kubur,
mesjid,
Orang saleh
YASINAN.....??? Kenapa Tidak ?
oleh Qultu Man Ana
SEBUAH ISYARAT DARI IMAM AN-NAWAWI DALAM AL-ADZKAR
Sebelumnya, terlebih dahulu perhatikan komentar dan isyarat Syaikhul Madzhab Syafi ’iyah yakni Imam al-Hafidz an-Nawawi rahimahullah. Didalam al-Adzkarbeliau telah menyebutkan haditsnya sebagai berikut :
Sebelumnya, terlebih dahulu perhatikan komentar dan isyarat Syaikhul Madzhab Syafi ’iyah yakni Imam al-Hafidz an-Nawawi rahimahullah. Didalam al-Adzkarbeliau telah menyebutkan haditsnya sebagai berikut :
ﻭﺭﻭﻳﻨﺎ ﻓﻲ ﺳﻨﻦ ﺃﺑﻲ ﺩﺍﻭﺩ، ﻭﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ، ﻋﻦ ﻣﻌﻘﻞ ﺑﻦ ﻳﺴﺎﺭ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: " ﺍﻗﺮﺅﻭﺍ ﻳﺲ ﻋﻠﻰ ﻣﻮﺗﺎﻛﻢ " ﻗﻠﺖ: ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺿﻌﻴﻒ، ﻓﻴﻪ ﻣﺠﻬﻮﻻﻥ، ﻟﻜﻦ ﻟﻢ ﻳﻀﻌﻔﻪ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ
“Kami meriwayatkan didalam kitab Sunan Abi Daud dan Ibnu Majah, dari Ma ’qil bin Yasar ash-Shahabi radliyallahu anh, bahwa Nabi shallallahu alayhi wa sallam pernah bersabda : bacalah oleh kalian Yasin untuk orang mati diantara kalian . Aku (an-Nawawi) katakan : isnadnya dlaif, didalamnya terdapat dua orang yang majhul, akan tetapi Abu Daud tidak mendlaifkannya.
Ringkasan Kitab Mafahim Tentang Bid’ah
Ini adalah ringkasan dari kitab Mafahim Yajibu an-Tusahah karya Sayyid Muhammad Alwi al Maliki yang membahas tentang bid’ah. Di dalamnya dibahas tentang pemahaman dari makna bid’ah menurut Imam Syatibi, yaitu bid’ah secara istilah dan bid’ah secara bahasa.
Alhamdulillah .. dari kitab ini, makna bid’ah dari Imam Syatibi diterangkan secara amat baik, serta diterangkan pula di mana tempat bid’ah hasanah dan bid’ah dlalalah. Dari kitab ini pula, makna bid’ah Imam Syatibi berselaras dengan makna/ klasifikasi bid’ah menurut Imam Syafi’i.
Alhamdulillah .. dari kitab ini, makna bid’ah dari Imam Syatibi diterangkan secara amat baik, serta diterangkan pula di mana tempat bid’ah hasanah dan bid’ah dlalalah. Dari kitab ini pula, makna bid’ah Imam Syatibi berselaras dengan makna/ klasifikasi bid’ah menurut Imam Syafi’i.
Artikel
-
▼
2011
(71)
-
▼
April
(11)
- NASAB SUCI RASUL SAW (IBU BAPAK RASUL SAW BUKAN AH...
- TAHLILAN....
- Pesan Tuk Pejabat
- 3 Musuh Islam Paling Berbahaya (Bahaya 3 Sekawan) ...
- SYAIKHUL WAHABIYAH MENJELASKAN SURAT AN NAJM 39
- Pengertian Marah, Malu, Sayang yang disandarkan pa...
- HUKUM MENERANGI KUBURAN DENGAN LAMPU PENERANG..
- Dialog Syaikh Sa'id Ramadhan al Boothi dengan golo...
- HUKUM MEMBANGUN MASJID DISISI KUBUR NABI & ORANG S...
- YASINAN.....??? Kenapa Tidak ?
- Ringkasan Kitab Mafahim Tentang Bid’ah
-
▼
April
(11)
