Jumat, 29 April 2011

Pengertian Marah, Malu, Sayang yang disandarkan pada Allah

IMAM FakħrudDiin Ar-Raaziyy
menyatakan dalam komentarnya tentang TAFSIR Al-Qur'an: "PAIDAH BAGUS YANG Ke empat bahwa al-għađab (marah /murka) adalah perubahan yang terjadi ketika darah MENDIDIH dalam hati karena keinginan untuk membalas dendam.
Anda harus tahu ini adalah TIDAK mungkin dihubungkan dengan ALLAH,KARENA DZAT ALLAH TDK SAMA DGN DZAT MAHLUK. Ada suatu prinsip umum dalam hal ini,bagaimanapun bahwa semua motif sifAT YG TERKADANG ADA PADA MAHLUK seperti rahmat Kebahagiaan, kemarahan, malu, kecemburuan, penipuan, kebanggaan,dan ejekan memiliki ARTI awal dan ARTI akhir DALAM DEFINISI. Ambil contoh għađab/MARAH; ARTI tahap pertama adalah rasa aliran darah di jantung, dan akhirnya adalah rasa untuk menyakiti salah satu yang MEMBUAT marah.Jadi kata għađab SEBENARNYA BUKAN arti YANG pertama ''aliran darah di jantung' ketika mengacu pada Allah. Sebaliknya, ia memiliki arti terakhir(GOYAHNYA), yang merupakan keinginan untuk menghukum.
Sebagai contoh lain, rasa malu memiliki tahap pertama, yang merupakan rasa kehancuran dalam diri sendiri, tetapi juga memiliki tahap akhir, yang merupakan rasa ENGGAN melakukan sesuatu (yaitu Anda mengisi malu, sehingga Anda tidak melakukan apa yang Anda akan lakukan) Jadi kata ĥayaa '(lit. rasa malu dalam bahasa Arab), bila digunakan untuk Allah,MAKA MAKSUDNYA YAITU tidak melakukan sesuatu,JUGA tidak memiliki perasaan patah di dalam HATI. Hal ini menggambarkan sebuah prinsip KEmuliaAN yang berlaku UNTUK ALLAH dalam masalah ini 1 . "

Al- Kħaazin dalam komentarnya mengatakan, "Malu adalah perubahan dan kehancuran yang menimpa seseorang karena takut,mungkin KARENA TAKUT dikritik atau disalahkan. Telah dikatakan itu adalah merasa ngeri dari diri sendiri AKAN tindakan jelek. Inilah arti asli dari rasa malu bila berasal dari manusia. Allah jelas TIDAK SEPERTI MAKNA dari semua makna tersebut dalam sifat-sifat-Nya, jadi jika kata ini adalah berasal UNTUK ALLAH (dalam tulisan bahasa Arab) maka itu berarti "tidak melakukan." Karena semua tindakan memiliki ARTI awal dan akhir, dan ARTI awal RASA malu adalah perubahan yang terjadi pada seseorang ketika ia takut dikaitkan dengan tindakan jelek. Akhir/GOYAH (rasa malu), di sisi lain, adalah meninggalkan tindakan jelek. Jadi, jika rasa malu yang DISANDARKAN PADA Allah (dalam NAS suci bahasa Arab,tidak berarti diijinkan untuk menganggap itu SAMA ARTINYA DALAM TERJEMAH bahasa INDONESIA), maka pengertian awal tidak dimaksud, yang MAKNANYA MENGANDUNG PerubahAN dan ketakutan. Sebaliknya,yang dimaksud BAGI ALLAH adalah "tidak melakukan tindakan," yang merupakan akhir(GOYAH) dari konsep rasa malu. Jadi jika dinyatakan dalam bahasa Arab bahwa Allah tidak malu UNTUK memberi prumpamaan/MITSAL, maka ini berarti bahwa Allah tidak meninggalkan sebuah perumpamaan DIkarenaKAN perkataan orang-orang kafir dan (lebih khusus dalam konteks) AYAT INI ADALAH orang-orang Yahudi 2 . "
ﺍﻟﻔﺎﺋﺪﺓ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ: ﺍﻟﻐﻀﺐ ﺗﻐﻴﺮﻳﺤﺼﻞ ﻟﺸﻬﻮﺓ ﺍﻻﻧﺘﻘﺎﻡ, ﻭﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺤﺎﻝ, ﻟﻜﻦ ﻫﻬﻨﺎ ﻗﺎﻋﺪﺓ ﻛﻠﻴﺔ, ﻭﻫﻲ ﺃﻥ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﻋﺮﺍﺽ ﺍﻟﻨﻔﺴﺎﻧﻴﺔ ﺃﻋﻨﻲ ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ, ﻭﺍﻟﻔﺮﺡ, ﻭﺍﻟﺴﺮﻭﺭ, ﻭﺍﻟﻐﻀﺐ, ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺀ, ﻭﺍﻟﻐﻴﺮﺓ, ﻭﺍﻟﻤﻜﺮ ﻭﺍﻟﺨﺪﺍﻉ, ﻭﺍﻟﺘﻜﺒﺮ, ﻭﺍﻻﺳﺘﻬﺰﺍﺀ ﻟﻬﺎ ﺃﻭﺍﺋﻞ, ﻭﻟﻬﺎ ﻏﺎﻳﺎﺕ, ﻭﻣﺜﺎﻟﻪ ﺍﻟﻐﻀﺐ ﻓﺈﻥ ﺃﻭﻟﻪ ﻏﻠﻴﺎﻥ ﺩﻡ ﺍﻟﻘﻠﺐ, ﻭﻏﺎﻳﺘﻪ ﺇﺭﺍﺩﺓ ﺇﻳﺼﺎﻝ ﺍﻟﻀﺮﺭ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻐﻀﻮﺏ ﻋﻠﻴﻪ, ﻓﻠﻔﻆ ﺍﻟﻐﻀﺐ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻻ ﻳﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﻭﻟﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﻏﻠﻴﺎﻥ ﺩﻡ ﺍﻟﻘﻠﺐ, ﺑﻞ ﻋﻠﻰ ﻏﺎﻳﺘﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺇﺭﺍﺩﺓ ﺍﻷﺿﺮﺍﺭ, ﻭﺃﻳﻀﺎ, ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻟﻪ ﺃﻭﻝ ﻭﻫﻮ ﺍﻧﻜﺴﺎﺭ ﻳﺤﺼﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻔﺲ, ﻭﻟﻪ ﻏﺮﺽ ﻭﻫﻮ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﻔﻌﻞ, ﻓﻠﻔﻆ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﻔﻌﻞ ﻻ ﻋﻠﻰ ﺍﻧﻜﺴﺎﺭ ﺍﻟﻨﻔﺲ, ﻭﻫﺬﻩ ﻗﺎﻋﺪﺓ ﺷﺮﻳﻔﺔ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺒﺎﺏ. ﺗﻔﺴﻴﺮ ﻣﻔﺎﺗﻴﺢ ﺍﻟﻐﻴﺐ, ﺍﻟﺘﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ / ﺍﻟﺮﺍﺯﻱ
2} . ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﺴﺘﺤﻲ} ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﺗﻐﻴﺮ ﻭﺍﻧﻜﺴﺎﺭ ﻳﻌﺘﺮﻱ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺧﻮﻑ ﻣﺎ ﻳﻌﺎﺏ ﺑﻪ ﻭﻳﺬﻡ ﻋﻠﻴﻪ. ﻭﻗﻴﻞ ﻫﻮ ﺍﻧﻘﺒﺎﺽ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻋﻦ ﺍﻟﻘﺒﺎﺋﺢ ﻫﺬﺍ ﺃﺻﻠﻪ ﻓﻲ ﻭﺻﻒ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ, ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻨﺰﻩ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ ﻓﺈﺫﺍ ﻭﺻﻒ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻪ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺍﻟﺘﺮﻙ, ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﻟﻜﻞ ﻓﻌﻞ ﺑﺪﺍﻳﺔ ﻭﻧﻬﺎﻳﺔ, ﻓﺒﺪﺍﻳﺔ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻫﻮ ﺍﻟﺘﻐﻴﺮ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻠﺤﻖ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺧﻮﻑ ﺃﻥ ﻳﻨﺴﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻔﻌﻞ ﺍﻟﻘﺒﻴﺢ, ﻭﻧﻬﺎﻳﺘﻪ ﺗﺮﻙ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻔﻌﻞ ﺍﻟﻘﺒﻴﺢ, ﻓﺈﺫﺍ ﻭﺭﺩ ﻭﺻﻒ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻠﻴﺲ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﻣﻨﻪ ﺑﺪﺍﻳﺘﻪ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺘﻐﻴﺮ ﻭﺍﻟﺨﻮﻑ, ﺑﻞ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﻣﻨﻪ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﻔﻌﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﻧﻬﺎﻳﺔ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻭﻏﺎﻳﺘﻪ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻣﻌﻨﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﺴﺘﺤﻲ ﺃﻥ ﻳﻀﺮﺏ ﻣﺜﻼ ﺃﻱ ﻻ ﻳﺘﺮﻙ ﺍﻟﻤﺜﻞ ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﻭﺍﻟﻴﻬﻮﺩ. ﺗﻔﺴﻴﺮ ﻟﺒﺎﺏ ﺍﻟﺘﺄﻭﻳﻞ ﻓﻲ ﻣﻌﺎﻧﻲ ﺍﻟﺘﻨﺰﻳﻞ /ﺍﻟﺨﺎﺯﻥ

0 komentar:

Posting Komentar

khazanah-salafiyyah