Jumat, 29 April 2011

TAHLILAN....

  oleh : Abi Niswah

Lagi lagi diperdebatkan dan anehnya dr kaum muslimin sendiri yg paling semangat ntuk melenyapkan nya....di bawah ini contoh dari argument mereka...padahal mungkin madzhab mereka bukan asy syafiiyyah...
Imam Asy syafi'i yakni seorang imamnya para ulama,mujtahid muthlak,lautan ilmu,pembela sunnah dan yg di negeri kita banyak yg mengakui bermadzhab beliau,berkata" Aku BENCI ma'tam yaitu berkumpul2 di rumah ahli mayit meskipun tdk ada tangisan,krn sesungguhnya yg demikian itu akan memperbarui kesedihan"(Al Umm 1/318)
kata2 beliau sangat jelas dan tegas tdk bisa di takwil dg maksud lain"!...lihatlah ini baru berkumpul saja sudah di larang ,Bagaimana dg disertai dg apa yg dinamakan TAHLILAN...?
Imam ibn qoyyim dalam Zaadul ma'aad jus 1/527-528 menegaskan bahwa berkumpul2 di rumah keluarga mayit dg alasan untuk takziyah dan membaca qur'an untuk mayit adalah bidah yg tdk ada petunjuk dr nabi saw bahkan sahabat menggolongkan perbuatan itu sbg niyahah/meratap..dg demikian TAHLILAN BUKANLAH AJARAN ISLAM MELAINKAN ADOPSI DARI AGAMA HINDU .
Inilah penjelasan dari ungkapan yg dilencengkan oleh mereka....
MA'TAM adalah Perkumpulan ratapan dan tangisan,menjerit2 yg dilakukan orang2 jahiliyah jika ada keluarga yg mati maka akan membayar para "penangis"ntuk meratap dirumah mereka,yaitu semacam adat istiadat merka sprti itu,dan memang sudah ada orang2nya,group pengis yg disewa khusus meratap dirumah duka. Ini yg tidak disukai Imam syafi'i,dan beliau mengetahui hal itu buruk ,pd masa beliau masih ada sisa nya,yaitu tidak disertai tangisan dan jeritan tapi hanya disebut PERKUMPULAN DUKA....Namun beliau tdk menghukumi Haram tapi hanya makruh==>dibenci ini karena ma'tam pd masa beliau sudah jauh beda dg ma'tam pd masa jahiliyah. Kata makruh mempunyai dua makna...1.makruh secara bahasa berarti tdk disukai 2.Makruh secara syari'ah berarti jika dikerjakan tdk berdosa dan jika ditinggalkan berpahala karena jika hal2 yg demikian Haram/terlarang maka beliau tdk menyatakan membenci tapi Haram secara mutlak.sebab dalam istilah para ahli hadits dalam MENETAPKAN HUKUM itu harus mutlak secara syariah yaitu Haram,makruh,mubah,sunah,wajib,,tidak ada istilah benci,tidak disukai,aku suka,tdk ada dalam fatwa hukum.....karena kaedah ushul bahwa semua Imam/Ulama/siapapun tdk berhak memberi pendapat pd suatu hukum dg PERASAAN.
Dari Aisyah ra.sungguh telah datang seorang laki2 pd nabi saw seraya berkata "wahai Rosulullah,sngguh ibuku telah meninggal mendadak sebelum berwasiat,kukira bila ia sempat bicara pastilah ia akanbersedekah,bolehkah aku bersedekah atas namanya?Rosul menjawab"boleh"(shahih muslim no.1004) Imam nawawi berkata"dalam hadis ini menjelaskan bahwa shodaqoh untuk mayit bermanfaat bagi mayit dan pahalanya disampekan pd mayit,demikian menurut ijma ulama,dan demikian pula mereka sepakat atas sampenya doa2(syarh Imam nawawi ala shahih muslim jus 7/90) maka bila keluarga mayit menyediakan makanan dg tujuan sedekah maka hal itu sunah,apalagi diniatkan pahala sedekahnya untuk mayit,maka ini sahih dan tuan rumah niat jg bwt menjamu tamu. Ucapan para Imam itu hanyalah jatuh pd hukum makruh ,,sperti ucapan Imam nawawi bidah GHOIRO MUSTAHIBBAH bidah yg tdk disukai....kalo ini haram maka beliau tdk usah susah2 memakai kata ghoiro mustahibah...tp akan langsung katakan bidah muharomah..dan bidah inipun jika tuan rumah/keluarga mayit "mengundang orang dg mengadakan jamuan makan(ittikhaadzuddhiyahah) jelas beda dg Tahlilan yg bukan mrp jamuan,tp sekedar ala kadarnya saja.dalam syariah yg dinamakan Jamuan adalah makan besar semacam pesta yg menyajikan bermacam2 makanan. Sebagaimana adat Jahiliyah membuat jamuan besar,mereka menyembelih sapi,kambing dan mengundang orang2 setelah ada kematian. Dalam almughny jus2/215.....ini yg sering dipotong oleh mereka.."bila mereka (ahli mayit)melakukannya(membuat makanan)krn ada suatu sebab/hajat maka hal itu duiperbolehkan,krn barangkali ada diantara yg hadir ada yg dr pedesaan dan tempat yg jauh dan menginap............" 1.Thawus alyamani ra "sungguh mayit tersulitkan dikubur selama 7hari,maka sebaiknya mereka memberi makan pd orang2 selama itu(diriwayatkan oleh alhafidz imam ibn hajar pd mathlibul Aliyah jus 1/199 dg sanadnya sohih) 2.ketika Umar ra terluka sebelum wafatnya,ia menyuruh shuhaib memimpin sholat,dan memberi makan pr tamu selama 3hari,maka ketika hidangan disajikan,orng2 tdk mau makan krn sedihnya,maka berkatalah abbas bin abd muthalib ra"wahai hadirin..sungguh telah wafat rosululloh dan kita makan minum setelahnya,lalu wafat abu bakar ra dan kita makan minum sesudahnya,dan ajal itu adl pasti,maka makanlah makanan itu"..lalu beliau mengulurkan tangannya dan makan.maka orang2pun mengulurkan tangannya dan makan.(kanzul ummaal fii sunanil aqwal wal afal jus13/309,thobaqotul kubro li ibn saad 4/29,tarikh dimasyq 26/373,al makrifah wattaarikh 1/110)dan untuk masalah sampenya pahala bacaan pd mayit 1.yg mashur adalh tdk sampe 2.yg shohih adalah sampe jadi yg masyhur adalah doif.... Cukup segini dulu kalo masih kurang jelas,,insyaAlloh masih ada waktu saya tuliskan lagi .....majlis rosululloh by.habibana munzir al musawa...

0 komentar:

Posting Komentar

khazanah-salafiyyah