Suatu hal yang patut saya tanggapi disini bahwa menurut laporan yang sampai kepada saya, ada segelintir orang berpendapat bahwa membicarakan atau membuka-buka " Masalah Khilafiyah " adalah suatu hal yang tidak baik. Lebih baik hal itu didiamkan saja, tidak dikaji-kaji karena membicarakan " Masalah Khilafiyah " bisa memecah persatuan ummat Islam, kata orang itu.
saudara - saudara, cobalah berfikir agak tenang !
Pada waktu sekarang masalah - masalah agama keseluruhannya sudah menjadi masalah khilafiyah, baik masalah Tauhid, masalah amal ibadat, maupun masalah tasawuf, semuanya hampir sudah menjadi masalah khilafiyah. Andai kata kita berhenti membicarakannya, maka itu berarti kita berhenti membicarakan masalah agama seluruhnya, berhenti membuka kitab - kitab agama, berhenti mempelajari ilmu agama, berhenti mempergunakan akal, dan berhenti melahirkan pendapat.
Apakah yang dinamakan Masalah Khilafiyah ?
Masalah Khilafiyah adalah masalah yang didalamnya terdapat perbedaan pendapat. Saya tidak tahu persis apa sebabnya, tetapi kenyataannya perbedaan pendapat mengenai hukum - hukum Islam sudah berjalan begitu lama, yaitu sudah sedari zaman Nabi sampai sekarang.
Kemungkinan juga hal ini disebabkan karena agama Islam membuka keleluasaan berfikir dan keleluasaan mempergunakan ijtihad. Cobalah perhatikan secara seksama, mulai dari tafsir ayat-ayat Al-Qur'an sampai kepada soal-soal siasah, sampai kepada soal usuluddin dan sampai kepada soal ibadat dan mu'amalat, terdapat khilafiyah, yaitu perbedaan pendapat diantara sahabat-sahabat Nabi, Imam-imam mujtahid, dan Ulama-ulama Islam.
Perhatikanlah ! :
- Bacalah kitab tafsir Thabari yang bernama "Jami'ul Bayan fi Ta'wilil Qur'an", karangan Ibnu Thabari (wafat : 310 H) - 30 juz, 10 jilid. Di dalamnya terdapat keterangan-keterangan tentang perbedaan pendapat ahli-ahli tafsir dari setiap ayat Al-Qur'an.
- Salam soal siasat
- Telah terjadi perbedaan pendapat antara orang-orang Anshar dan Muhajirin mengenai soal pengangkatan Khalifah, baru saja setelah Nabi wafat dan belum dimakamkan
- Telah terjadi perbedaan antara dua orang sahabat Nabi yang utama, Ummil mukminin Sitti 'Aisyah dengan Saidina 'Ali Karomallahu Wajhah. mengenai ke khalifahan Saidina 'Ali Karomallahu Wajhah.
- Telah terjadi perbedaan pendapat antara Saidina 'Ali dengan Saidina Muawiyah, kedua-duanya sahabat Nabi yang utama.
- Telah muncul orang-orang khawarij, telah muncul orang-orang syiah, dan telah muncul orang-orang Mu'tazilah yang berlainan pendapat dengan sahabat-sahabat Nabi.
- Telah terjadi perbedaan pendapat antara Bani Umayyah dan Bani 'Abbas.
0 komentar:
Posting Komentar