DI KISAHKAN.............
Pada tahun 1386 H Syaekhuna al alamah Muhamad habiburohman Al Hasyimi Alhindi tepatnya bulan muharam pergi ziyarah ke junjungan Rasul SAW bersama murid-muridnya dan bermalam juga melakukan solat 5 waktu di mesjid nabawi, namun selama melakukan berjamaah solat 5 waktu, Beliau melakukannya secara terpisah yakni tidak bermakmum kepada Imam di mesjid tersebut, karena beliau tahu bahwa Imam mesjid adalah wahabi yang batil aqidahnya.
Ternyata ada seseorang yang melaporkan sikap syaikh M Habiburohman kepada imam mesjid itu, lalu syaikh pun dipanggilnya, setelah berhadap-hadapan dan dikelilingi oleh jamaah dari berbagai tempat, maka imam tersebut bertanya: kenapa engkau tidak berjamaah dibelakang kami, malah engkau membuat jamaah sendiri?
- Syaekh menjawab:kalian menganggap kami musrik,
- Imam: apa buktinya bahwa kami beranggapan seperti itu?
- Syaikh: telah menyatakan al alamah Ibnu Abidin as syami dalam kitab hasiyahnya 'rodul mukhtar'bahwa kaum najdi beri'tiqad siapa pun yang bersebrangan aqidah dengannya di anggap musrik,
- Imam: Kenapa beliau menyatakan seperti itu?
- Syaikh: kami membolehkan tawasul tetapi kalian menganggapnya syirik!
- Imam: tawasul bukan seperti yang dilakukan kalian, kami membolehkan tawasul tapi dengan jalan tertentu!,
- Syaikh: terus bagaimana dengan istigosah?
- Imam: saya bertanya 'apakah boleh istigosah dan memanggil selain ALLAH?
- Syaikh: betul, kami membolehkannya!
- Imam; itu perbuatan syirik! prilaku kaum jahiliyah!
- SYaikh: kalau memanggil selain Allah di hukumi syirik, maka engkau juga syirik dengan berkata ya zaid 'orang hidup', karena zaid juga termasuk selain Allah!
- Imam: terus memanggil yang bagaimana yang syirik menurut kalian?
- Syaikh: yg termasuk syirik yaitu memanggil seseorang dengan i'tiqod bahwa ia disembah (punya wewenang secara independen)
- Imam membacakan ayat: tidaklah kami menyembah berhala kami kecuali untuk mendekatkan diri pada ALLAH(QS AZ ZUMAR 3)
- Syaikh: ayat itu tertuju untuk orang yang ibadah kepada selain Allah, lihat orang-orang jahiliyah meyakin berhalanya punya wewenang mutlak (independen) dan kamipun menyatakan bahwa ibadah dan i'tiqad seperti itu kepada selain Allah adalah syirik!
- Imam: wahai syaikh 'mereka telah mati, apa faidahnya memanggil mereka?!
- Syaikh: ketahuilah Ruh mereka tetap hidup, apa kalian mengira bahwa Ruh mereka juga lenyap, jika begitu buat apa ada balasan yang kekal disana?!
- Imam: kenapa kalian memanggil mereka, padahal mereka jauh di alam sana?!
- syaikh: yang disebut jauh adalah terpisahnya 2 benda dengan 1 KM atau lebih umpamanya, ini jauh secara fisik, nah adapun jarak/dimensi itu tidak berkaitan dengan ruh karena ruh adalah pada urusan Allah sebagaimana FirmanNya : Katakanlah bahwa ruh adalah urusan Robb ku (QS AL ISRO 86), nah engkau mengkiyaskan antara alam ruh denagn alam jasad , ini qiyas ma'al fariq, jika tidak dijelaskan pada kami apa alasan kesamaan antara keduanya ??
- " Imam kelihatan kalut, sambil berkata : kalian memanggilnya terus apakah mereka punya kekuatan untuk menolong kalian ???
- Syaikh : engkau mesti mengetahui dahulu bahwa tubuh mereka adalah tubuh yang sebagaimana difirmankan Allah dalam hadis Qudsi : Hambaku senantiasa mendekatkan diri padaku hingga aku mengasihinya, jika aku telah mengasihinya, maka aku menjadi pendengaran yang digunakan untuk mendengar, penglihatan untuk melihat, tangan yang digunakan untuk bertindak, dan kaki yang digunakan untuk berjalan (HR. Bukhori dari Abu Khurairah).
Apakah tangan yang dikatakan Allah pada orang tersebut tidak punya kekuatan ??? Apakah kemuliaan itu terhenti dengan wafatnya ?? jika begitu berarti ucapan Allah sia-sia !!, Nah ketahuilah kami meminta tolong dengan tangan yang berhubungan khusus dengan kekuasaan Allah, Imam tertegun dengar ucapan syaikh,...lalu syaikh berkata lagi : engkau tunduk atau tidak ? datangkanlah dalil kalian !!!!
" Ternyata orang yang berkumpul makin banyak, ada yang berasal dari India, Hijaz, Fakistan Dll."
Dengan malu Imam berkata pada hadirin : orang ini tidak mengakui bahwa memanggil selain Allah tidak boleh, seraya berkata pada hadirin : benarkah memanggil selain Allah tidak boleh ??? maka hadirin dari kalangan WAHABI menjawab : Bala- ! " hehehe Imam minta dukungan komunitasnya "...
Syaikh berkata : ini adalah kebohongan pada Allah dan membohong maksud ayat dengan tujuan pengkafiran terhadap yang lain. # diceritakan oleh Syaikh Muhamad Abdu Tawab salah satu yang menyaksikan kejadian tersebut.
(DINUQIL DARI KITAB SUYUFULLAH AL AJALAH)

0 komentar:
Posting Komentar