Melihat Nabi Muhammad Saw dalam keadaan terjaga dimungkinkan, melihat beliau ini adalah benar dan dibenarkan berdasarkan dalil-dalil yang diriwayatkan diantaranya : Rasul Saw bersabda : siapa yang melihatku dalam mimpi, maka dia akan meliahtku dalam terjaga, dan setan tidak akan bisa menyerupaiku (HR BUKHORI hadist ke 110, HR MUSLIM hadis ke 2.266)
Imam suyuthi mengatakan,dari keseluruhan hadist yang ada, dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad Saw hidup dengan jasad dan ruhnya, dan bahwasanya beliau bertindak sebagaimana yang beliau kehendaki diberbagai penjuru dunia, yaitu dengan keadaan yang sama dengan saat sebelum wafat, dan bahwasanya beliau tidak terjangkau oleh penglihatan sebagaimana para Malaikat tidak terjangkau oleh penglihatan, namun jika Allah menghendaki menyingkap tabir dari orang yang di kehendaki mendapatkan karomah dengan melihat beliau, maka orang itu dapat melihat beliau dengan penampilan yang semestinya (alhawi filfatawa karya imam suyuti bab imkani ru-yah nabi walmalak) dalam hadist : PARA NABI HIDUP DIKUBUR MEREKA, DAN MEREKA SHOLAT (disampaikan oleh abu yala:almusnad 6/147, dengan isnad soheh) hadis ini tidak bertentangan dengan ketentuan bahwa akhirat bukan tempat pembebanan tapi mereka melakukan solat hanya untuk dinikmati saja.
Imam suyuthi mengatakan,dari keseluruhan hadist yang ada, dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad Saw hidup dengan jasad dan ruhnya, dan bahwasanya beliau bertindak sebagaimana yang beliau kehendaki diberbagai penjuru dunia, yaitu dengan keadaan yang sama dengan saat sebelum wafat, dan bahwasanya beliau tidak terjangkau oleh penglihatan sebagaimana para Malaikat tidak terjangkau oleh penglihatan, namun jika Allah menghendaki menyingkap tabir dari orang yang di kehendaki mendapatkan karomah dengan melihat beliau, maka orang itu dapat melihat beliau dengan penampilan yang semestinya (alhawi filfatawa karya imam suyuti bab imkani ru-yah nabi walmalak) dalam hadist : PARA NABI HIDUP DIKUBUR MEREKA, DAN MEREKA SHOLAT (disampaikan oleh abu yala:almusnad 6/147, dengan isnad soheh) hadis ini tidak bertentangan dengan ketentuan bahwa akhirat bukan tempat pembebanan tapi mereka melakukan solat hanya untuk dinikmati saja.

0 komentar:
Posting Komentar