Sabtu, 19 Maret 2011

TA'WIL BUKAN TA'THIL


Assalamu alaikum..
Allahumma soli'ala sayidina muhammad nabiyirrohmah wa ala alihi wa sohbihi alladzina nahaduu ala sunati waljamaah..
Kaum wahabi mengambil dilalah dengan arti dohir lafad ayat-hadist mutasyabihat,sehingga menyatakan bahwa Allah bertempat di atas, bergerak, turun, pindah dari arasy ke langit pertama, dan pada hari kiamat turun dengan para malaikatnya untuk menghukumi hambanya seperti yang ada pada arti ayat : dan datang robmu dan para malaikat bersaf-saf (QS.FAJR 22), maka jika semua ayat dalam alquran dimaknai secara dohir itu akan menimbulkan tanaqud: berlawanan antara satu ayat dengan yang lainnya, dan alquran disucikan daripada tanaqud, makna dohir ayat-ayat tersebut akan bertentangan dengan dohir ayat-ayat yang lain, seperti ayat: dan bagi Allah arah timur dan barat, kemanapun kamu menghadap, maka disana ada wajah Allah (QS. BAQOROH : 115)
Dohir ayat ini menunjukan bahwa Allah berada di bumi yaitu ke manapun menghadap, apakah arah barat, timur, selatan, utara maka berhadapan dengan Allah, dan mereka tidaklah mengatakan seperti itu. Nah coba fikir bahwa ayat ini dan semisilnya dan juga ayat diawal yang menjadi i'tiqad bahwa Allah diatas dan bertempat, bergerak dll itu semua ayat quran, lihat juga ayat: berkata ibrohim 'aku kembali ke robku mudah-mudahan dapat petunjuk (QS,SOFAT: 99) nah dohir ayat ini juga menunjukan bahwa Allah bertempat di palestin, karena Nabi Ibrohim bermaksud kembali ke palestin, kenapa wahabi tidak KONSISTEN mengambil dohir ayat inì dan juga ayat QS BAQOROH 115 ???  katanya mereka hanya berpegang makna dohir dengan semua firman Allah ?? hal ini adalah bukti adanya tanaqud KETIKA MENGAMBIL ARTI DOHIR SEMUA ayat-ayat al-quran.
Maka tidak ada jalan untuk selamat dari adanya tanaqud dalam al-quran kecuali dengan takwil !!! yaitu dengan mentakwil ayat-ayat yang dohirnya menunjukan adanya Allah sesuatu yang bertempat diatas dan juga mentakwil ayat-ayat yang dohirnya menunjukan di bawah dengan tidak mengambil atas makna dohirnya...!!!
Kemudian sebagian ahli sunah mentakwil dengan BILA KAEFIN 'ini takwil juga karena bukan mengambil makna dohir', kalimah BILA KAEFIN artinya bukan dengan i'tibar bentuk dan ukuran,sebab bila diartikan semayan dalam contoh kata istiwa, itu gak usah pake embel-embel BILA KAEFIN tapi emang makna dohirnya begitu !!. Ada juga dengan takwil ALA MA YALIQU BIHI : yang layak bagi ALLAH yaitu menafikan tempat, duduk, organ pada Allah, sebab jika diartikan tangan dalam contoh yad(tangan) berarti itu makna dohir dan gak usah pake embel-embel ALA MA YALIQU BIHI.
Nah dalam QS :SOFAT: 99, maksud kembali pada robku adalah kembali ke tempat menyembah ROBKU TANPA ADA YG MENYAKITI DARI KAUM2NYA.
***Abdullah bin Abbas Ra, yang selalu mulazamah (sering bersama) dengan rasul  Saw, dan Rasul mendo'akannya : Allahumma allimhu al kitab : Ya Allah alimkanlah dia tentang kitab/Qur'an (HR, Bukhori), apa yang beliau katakan tentang ayat sifat Mutasyabih ??? Beliau mentakwilnya, contoh dalam ayat, Pada hari betis disingkapkan (Qs: Nun : 42) Beliau mentakwil dengan syidatun syadidah : kepayahan yang sangat, maksudnya pada hari kiamat Allah memperlihatkan keadaan yang membuat payah Ummat manusia (Thobari, 29/28, Qurtubi 18/249) dll. nah Mujasimah berkata : Allah punya betis dan dibubarkan pada hari kiamat, walau untuk lari dari tajsim mereka katakan bila-kaefin(dengan tidak ada bagaimana), mereka slip dengan perkataan salaf.. 
= Ibnu Abbas Ra mentakwil, kenapa wahabi mencaci ulama yang mentakwil ??? sehingga mengatakan bahwa takwil adalah Ta-Til itu sendiri, dan mereka selalu menuduh bahwa yang mentakwil adalah muathil !!! padahal Ibnu Abbas Ra, sang turjumanil (pentafsir Al-Qur'an) orang yang pertama menta'wil
*** Tidak ada yang mengambil makna dzohir bahwa Allah punya betis kecuali kaum wahabi, maka tuduhan wahabi yang menta'wil adalah muatil sama dengan menuduh para shohabat.
***Adapun Ta'til adalah menafikan apa yang Allah tetapkan untuk DzatNya dari sifat-sifat yang azali, tidak ada permulaan seperti sifat ilmu, qudroh, maha kuasa dll. Nah contoh kaum Ta'til adalah Mu'tazilah yang mengatakan bahwa Allah alim tapi tidak mempunyai sifat Ilmu, Allah berkuasa tapi tidak mempunyai sifat Qudrat dll, nah inilah muattil !!!
FAHAMILAH...
--WA SOLALLOHU ALA SAYIDINA MUHAMAD WA ALA ALIHI WA SOHBIHI AJMAIN--

0 komentar:

Posting Komentar

khazanah-salafiyyah